Dalam sejarah perjuangan bangsa peranan besar
pemuda sejak tanggal 28 Oktober 1928 melalui Sumpah Pemuda telah mengawali
dan menginpirasi perlunya persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa yang
bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu. Saat itulah persatuan telah
pertama kali dipelopori pemuda yang dapat membakar jiwa semangat perjuangan
dalam membebaskan diri dari jeratan Koloniailisme dan Imperialisme. Mereka yang
berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda suku,ras.agama terpanggil untuk
melakukan konsolidasi nasional. Melihat dari sejarah Sumpah Pemuda tersebut
dapat kita lihat bahwa pemudalah yang berjuang demi terwujudnya persatuan untuk
meraih kemerdekaan bangsa Indonesia dan Pemudalah yang menjadi motor
penggerak serta pelopor perubahan nasib bangsa. Oleh karenanya kedudukan
pemuda memiliki peran dan fungsi startegis dalam membangun kemajuan bangsa
dan bernegara. Maka dari itu baik buruknya suatu Negara dapat dilihat dari kualitas
pemudanya karena mereka adalah generasi penerus yang harus mempunyai
karakter kuat untuk membangun negaranya, mereka juga harus memiliki kepribadian
yang tinggi yang didasari semangat nasionalisme serta memiliki kesadaran diri untuk
turut berjuang dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia yakni terciptanya
tatanan masyarakat yang adil berkemakmuran dan makmur berkeadilan bagi seluruh
rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pemuda juga perlu
menyadari bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai kekuatan moral, kontrol sosial
dan agent perubahan yang berguna bagi masyarakat.
Jika melihat kondisi saat ini kepribadian bangsa sudah tidak mencerminkan karakter
sosial budaya bangsa kita, dimana telah terjadi Degradasi Karakter yang tercermin
dalam prilaku individualistis, pragmatis, apatis koruptif, krisis identitas, menguatnya
politik identitas, radikalisme agama yang intoleransi yang kesemuanya ini jelas tidak
mencerminkan karakter kebangsaan yang ideal. Hal ini terjadi akibat penetrasi
budaya Imperialis yang masuk secara besar-besaran.
Menyadari hal tersebut sudah saatnya Pemuda Marhaenis yang terwadahi dalam
Organisasi Gerakan Pemuda Marhaenis untuk berperan dalam memperkuat
pembangunan karakter bangsa yang sesungguhnya berdasarkan pada empat pilar
kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.
Untuk dapat berperan aktif dalam membangun karakter bangsa itulah Gerakan
Pemuda Marhaenis dihidupkan kembali secara Legal, Terstruktur dan Masiv
diseluruh Indonesia melalui Deklarasi Kebangkitan Gerakan Pemuda Marhaenis
pada tanggal 10 November 2018 bertempat di Wisma Perdamaian Kota Semarang
Jawa Tengah. Kader-kader Gerakan Pemuda Marhaenis siap menjadi pelopor
perjuangan pemuda Indonesia yang berjiwa Progresif Revoilusioner dalam
membendung penetrasi Imperialis budaya asing yang berpotensi merusak
kepribadian bangsa Indonesia.
Sebab Imperialisme budaya merupakan tahapan paling maju dari kapitalisme
dimana ia berupaya untuk menguasai dan mengontrol jiwa suatu bangsa. Dimana
jika kebudayaannya dapat dirubah maka berubah pula jiwa dari bangsa itu.
CS Dipindai dengan CamScanner
Dalam sejarah telah menunjukan bagaimana Imperialisme di Indonesia telah mampu
merekonstruksi kebudayaan masyarakat sesuai kepentingan Imperialisme. Sejarah
pula telah mencatat penetrasi Imperialisme budaya pasca Reformasi berpengaruh
besar dalam merubah kepribadian bangsa Indonesia dimana telah melahirkan
‘neoliberalisme” dimana “neoliberalisme” tersebut telah mengarah pada
penghancuran kehidupan sosial dan budaya bangsa Indonesia dimana kondisi saat
ini masyarakat terpecah, demoralisasi dan secara sosial tidak berdaya.
“Neoliberalisme” juga telah menyebarkan virus “Individualisme” yang disebarkan
melalui pola dan gaya hidup dan proses penghancuran bentuk-bentuk
kolektifisme/Gotong Royong. “Neoliberalisme” juga telah menyebarkan virus
“Komsumtivisme” yang mendorong masyarakat pada prilaku materalistik, boros dan
hedonis, dan untuk menjawab kondisi tersebut harus melalui perkuatan
pembanguan karakter bangsa dengan menerapkan konsep Tri Sakti Bung Karno
yakni berdaulat dibidang politik, berdaulat dibidang ekponomi dan berkerpibadian
dalamm budaya.
Deklarasi Kebangkitan Gerakan Pemuda Marhaenis diseluruh Indonesia adalah
momentum awal untuk menghidupkan kaum pergerakan pemuda marhaenis dan
menggairahkan kehidupan pergerakan pemuda marhaenis yang berjiwa nasionalis
dan berbasis Ideologis. Kebangkitan Gerakan Pemuda Marhaenis diseluruh
Indonesia ini untuk memenuhi tanggung jawab sejarahnya dalam perkuatan
pembangunan karakter bangsa melalui perekruitan dan kaderisasi pemuda serta
program sentra pemberdayaan marhaen diseluruh Indonesia.
Gerakan Pemuda Marhaenis didalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial
berupaya mewujudkan pada setiap kadernya untuk memperkuat wawasan
kebangsaan, peningkatan kesadaran tanggung jawab, kewajiban dan hak sebagai
warna negara.
Gerakan Pemuda Marhaenis sebagai agen perubahan dalam masyarakat
diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik, demokratisasi, kepedulian
terhadap masyarakat {nasib kaum marhaen}, kepedulian terhadap budaya lokal,
kepedulian terhadap lingkungan hidup dan sumberdaya alam, serta kepedulian
terhadap sistem pendidikan.
Gerakan Pemuda Marhaenis sejalan dengan pemerintahan Joko Widodo karena
memberi kesempatan kepada pemuda untuk menunjukan potensinya seperti
tertuang dalam program Nawa Cita dimana pemerintah telah mengakomodasi
kepentingan dan peran pemuda untuk lebih kritis merubah mental korup yang ada di
Indonesia,
